find us on facebook Silahkan masuk atau Daftar

Admisi (021) 8565064, 8562011, 8197386

Detail Berita

Universitas Mpu Tantular Gelar Seminar Nasional dan Gaungkan Kampus Bhinneka Tunggal Ika
Ditulis oleh : Danny S, pada : 2017-08-28

Jakarta, 13 Juli 2017 Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk “Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia”, Rabu, 12 Juli 2017, di Aula Hiobadja, Lt. 8 Kampus Universitas Mpu Tantular, Jl. Cipinang Besar No. 2, Jakarta Timur. Seminar Nasional itu menampilkan pembicara: Dr. Anas Saidi, Deputi I Bidang Pengkajian dan Materi Unit Kerja Presiden- Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) sebagai pengganti narasumber Prof. Dr. Yudi Latif. Sedangkan Yenni Wahid, digantikan oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Sosiolog dan Budayawan NU dan Dosen Pasca Sarjana IAIN Yogyakarta, yang juga dulu dikenal sebagai jurubicara pribadi Alm. Presiden Gus Dur. moderator Bambang Suroso, SH, MH Usai seminar, Rektor UMT membacakan Deklarasi Kampus UMT sebagai Kampus Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini sekaligus meneguhkan ciri kebhinnekaan yang terkandung di dalam buku Sutasoma, oleh tokoh pujangga ternama di zaman Majapahit, Mpu Tantular. Selain itu, maraknya radikalisme dan adanya isu khilafah belakangan ini, yang mencoba-coba menggugat ideologi Negara, Pancasila. Hal inilah yang melatarbelakangi digelarnya Seminar Nasional dan Deklarasi Kampus Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai Keynote Speaker, Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta mengulas kembali kisah munculnya kata Bhinneka Tunggal Ika pertama kali, di kitab Sutasoma. Nama besar Mpu Tantular pula yang menjadi inspirasi pendirian Universitas Mpu Tantular pada tahun 1984, yang digawangi Prof. DR. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT waktu itu) Tarnama Sinambela Kusumonagoro, bersama partnernya Jasudin Panjaitan dan Dr. M.O Tambunan Acara diikuti sekitar 200-an peserta dari berbagai unsur seperti dari: jajaran Yayasan, BPH, Rektorat, Dekanat, Struktural, para mahasiswa Universitas Mpu Tantular, dari unsur sekolah SMA wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, ormas luar kampus, tokoh masyarakat, tokoh agama, undangan dari kampus di Jakarta dan Bekasi, dan beberapa undangan dari unsur lainnya.


Back